Panduan Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta)





Panduan Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta) - Sebelumnya Media Belajar Online sudah pernah share mengenai Lafadz niat zakat fitrah (arab dan terjemahan). Untuk kesempatan kali ini akan share lagi mengenai Panduan (penjelasan mengenai zakat fitrah dan juga zakat maal (harta)). Seperti kita ketahui bahwa zakat adalah termasuk rukun islam yang ketiga. Karena rukun islam maka wajib hukumnya untuk di laksanakan atau dilakukan, lebih-lebih bagi umat muslimin dan muslimah. Untuk itu perlu juga bahwa zakat harus kita mengerti baik tata caranya, pelaksanaannya, atau dengan kata lain adalah kita mengetahui bagaimana membayar zakat fitrah. Disamping itu juga ada juga zakat yang harus dikeluarkan yaitu yang disebut dengan zakat maal atau zakat harta. Untuk lebih lanjut mengenai pembahasan zakat fitrah dan zakat maal (harta) bisa anda di baca pada tulisan / artikel di bawah ini yang membahas mengenai zakat fitrah dan zakat maal (harta benda).
Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta)
Panduan Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta)
 Zakat terbagi atas dua jenis yaitu : 
  • Zakat Fitrah, zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. Besar Zakat ini setara dengan 2,5 kilogram/3,5 liter makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
  • Zakat Maal (Zakat Harta), mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
Penjelasan mengenai zakat fitrah / fidyah :
Zakat Fitrah harus diberikan sebelum shalat ‘ied. Misalnya 1 atau 2 hari sebelum shalat ‘ied. Jika lewat dari shalat ‘ied, maka jatuhnya sebagai sedekah.
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. memerintahkan agar zakat fitrah diberikan sebelum manusia berangkat untuk salat Ied. (Shahih Muslim No.1645)
Besarnya zakat fitrah
Besarnya zakat fitrah menurut ukuran sekarang adalah 2,5 kg atau 3,5 liter. Sedangkan makanan yang wajib dikeluarkan yang disebut nash hadits yaitu tepung, terigu, kurma, gandum, zahib (anggur) dan aqith (semacam keju). Untuk daerah/negara yang makanan pokoknya selain 5 makanan di atas, mazhab Maliki dan Syafi’i membolehkan membayar zakat dengan makanan pokok yang lain.
Dari hadits di atas, bayarlah zakat fitrah anda dengan makanan yang biasa anda makan. Bukan uang. Karena Nabi dan para sahabat membayar zakat Fitrah dengan makanan. Bukan dengan uang yang biasa mereka pakai seperti uang Dirham.
Jika anda membayarnya dengan uang kertas rupiah, maka jumlah uang di kalangan bawah bertambah. Ini menyebabkan nilai rupiah turun/inflasi dan harga-harga barang naik. Apalagi saat lebaran di mana para pedagang banyak yang mudik, maka harga beras yang mulainya Rp 6000/kg bisa naik jadi Rp 10.000/kg sehingga mereka kesulitan membeli makanan. Tapi jika anda membayar dalam bentuk makanan, ada baiknya jika berlebih, beri sedikit uang agar panitia bisa memakainya untuk membeli kantongan plastik atau hal lain yang diperlukan dalam pembagian zakat.
Pembayaran zakat menurut jumhur ‘ulama :
  1. Waktu wajib membayar zakat fitrah yaitu ditandai dengan tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan
  2. Membolehkan mendahulukan pembayaran zakat fitrah di awal.
Keterangan : Bagi yang tidak berpuasa Ramadhan karena udzur tertentu yang dibolehkan oleh syaria’t dan mempunyai kewajiban membayar fidyah, maka pembayaran fidyah sesuai dengan lamanya seseorang tidak berpuasa.

Zakat Maal (Harta)
Menurut istilah syara’, harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki dan dapat dimanfaatkan. Sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2 syarat, yaitu:
  1. Dapat dimiliki, dikuasai, dihimpun, disimpan
  2. Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya. Misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dll.
Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati
  • Milik Penuh
Harta dimiliki dan dapat diambil manfaatnya secara penuh. Harta tersebut didapatkan secara halal seperti: usaha, warisan, pemberian negara atau orang lain dan cara-cara yang sah. Jika dari cara yang haram, maka zakat atas harta tersebut tidak wajib, sebab harta tersebut harus dikembalikan kepada yang berhak atau ahli warisnya.
  • Berkembang
Harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau mempunyai potensi untuk berkembang.
  • Cukup Nishab
Harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara’. Jika harta tidak sampai nishabnya terbebas dari Zakat dan dianjurkan mengeluarkan Infaq serta Shadaqah
  • Lebih Dari Kebutuhan Pokok
Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya seperti belanja sehari-hari, pakaian, rumah, kesehatan, pendidikan, dsb.
  • Bebas Dari hutang
Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi senishab yang harus dibayar pada waktu yang sama (dengan waktu mengeluarkan zakat), maka harta tersebut terbebas dari zakat.
  • Berlalu Satu Tahun (Al-Haul)
Kepemilikan harta sudah mencapai satu tahun. Persyaratan ini berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul, tetapi wajib pada saat panen/didapat.
Harta (maal) yang Wajib di Zakati
  1. Binatang Ternak seperti: unta, sapi, kerbau, kambing, domba dan unggas (ayam, itik, burung).
  2. Emas Dan Perak
  3. Biji makanan yang mengenyangkan seperti beras, jagung, gandum, dan sebagainya (Al An’aam:141)
  4. Buah-buahan seperti anggur dan kurma (HR Tirmidzi)
  5. Harta Perniagaan
 Itulah sedikit ulasan mengenai Pelaksanaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta), semoga sedikitnya bisa membantu anda dalam mengetahui mengenai zakat fitrah/fidyah dan zakat maal.
Description: Panduan Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta) Rating: 4.5 Reviewer: mas didik - ItemReviewed: Panduan Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta)
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Education dengan judul Panduan Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta). Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://dp-media.blogspot.com/2012/08/panduan-zakat-fitrah-dan-zakat-maal.html. Terima kasih!
Artikel Terbaru !
Ditulis oleh: mas didik -

1 Komentar untuk "Panduan Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta)"

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers DMCA.com