Peran Agama Dalam Kehidupan Generasi Muda





Peran Agama Dalam Kehidupan Generasi Muda
Kebutuhan kita akan agama dan pendidikan keagamaan muncul sebagai kebutuhan yang mutlak dan tak tergantikan. Untuk memperdalam hal itu maka kita harus mengetahui definisi agama. Agama merupakan suatu kepercayaan atau keyakinan yang bisa memberikan arahan hidup yang diterapkan oleh semua manusia sebagai prinsip-prinsip moral yang berkualitas tinggi dan penerapan hubungan yang baik antar anggota masyarakat. Dari definisi tersebut pada dasarnya Agama Islam merupakan gerakan universal yang diarahkan atau diberi petunjuk oleh cahaya keimanan kepada Allah SWT dan suatu arahan yang bertanggung jawab untuk tujuan perubahan cara berfikir dalam berkepercayaan. Siapapun orangnya rakyat biasa atau pembesar dan apapun agamanya, jika dalam kesehariannya tidak dibatasi dengan adanya aturan maka hidupnya bagaikan kapas yang tertiup angin, dalam arti hidupnya tidak mempunyai arahan yang jelas. Oleh karena itu agama mempunyai fungsi dan peran dalam kehidupan, diantaranya:
1.Suatu sanksi untuk prinsip moral
2.Suatu kekuatan untuk mengeraskan semangat menghadapi kehidupan
3.Menghadapi kekosongan idiologi
4.Bantuan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan
5.Melawan diskriminasi
Agama selain memiliki fungsi dan peran dalam kehidupan juga memiliki nilai-nilai agama yang dapat dijadikan landasan atau arahan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan menerapkan pada diri kita nilai keadilan, persaudaraan, persamaan, toleransi dan pengorbanan. Oleh karena itu para remaja diharuskan untuk membekali dirinya dengan nilai-nilai tersebut. Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai oleh adanya kematangan seksual dan keadaan relatif mandiri. Tetapi remaja seringkali belum mampu untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan pengendalian emosi secara maksimal, sehingga remaja terjerumus ke dalam kenakalan remaja. Rendahnya kemampuan remaja dalam pengendalian emosi disebabkan oleh tidak dijalankannnya nilai-nilai ajaran agama dengan baik. Untuk mencegah hal-hal tersebut mereka harus mempunyai kriteria-kriteria remaja muslim, diantaranya :
1.Memiliki aqidah yang bersih
2.Selalu menjalankan ibadah yang benar
3.Memiliki akhlaq yang kukuh dan mulia
4.Cerdas dalam berfikir
5.Pandai mengatur waktu
6.Dapat berjuang melawan hawa nafsu
7.Mampu menyelesaikan masalah
8.Bermanfaat bagi orang lain
Setiap pemuda memiliki peran dalam upaya penegakan dakwah dan hukum-hukum islam. Tapi tugas ini sering terlupakan oleh sebagian remaja islam karena disibukkan dengan berbagai hal yang secara tidak sadar meracuni pemikiran pemuda islam. Dalam islam, masa remaja adalah saat-saat yang paling menentukan dalam sejarah hidup seseorang. Disanalah manusia mulai membentuk jatidiri, akankah ia menempuh jalannya orang-orang yang selamat ataukah berbalik menempuh jalannya orang-orang celaka. Maka sangat ditekankan para remaja untuk membekali dirinya dengan akhlaq yang mulia. Manusia akan hidup bahagia baik didunia maupun akhirat karena memiliki akhlaq yang mulia. Remaja dalam kehidupan memiliki peran serta yang penting dilingkungan keluarga, masyarakat maupun bangsa. Setiap remaja memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki kepribadian, memperbaiki segala bentuk kekurangan diri dan menyampaikan hal-hal kebaikan kepada orang terdekat yaitu keluarga. Selain itu, remaja harus pro-aktif dalam kegiatan sosial. Mereka harus mampu mempunyai ide-ide baru untuk perbaikan sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sebab merekalah yang kelak akan menjadi generasi pengganti saat ini.
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa remaja pada dasarnya adalah suatu perkembangan fisik dan psikis pada manusia yang saling berkesinambungan. Akan tetapi dalam perkembangan agamanya remaja belum dapat mengaplikasikan ajaran agama secara mendalam dan mantap. Faktor yang mempengaruhi perkembangan keberagamaan pada remaja masih dipengaruhi dengan lingkungan sekitar dan kepribadian dari masing-masing individu, karena kepribadian berpengaruh terhadap perkembangan aspek-aspek kejiwaan termasuk jiwa keagamaan yang bilamana remaja memiliki kepribadian yang baik mereka tidak akan menyimpang dari aturan-aturan agama.
Untuk membentuk kepribadian remaja muslim yang baik peran dari keluarga sangat mempengaruhi kehidupan setiap remaja akan pentingnya agama. Dalam ajaran islam, perdamaian sangat diutamakan untuk memupuk rasa persaudaraan, apalagi dikalangan remaja tidak akan mengenal perbedaan-perbedaan seperti ras, suku dan lai-lainnya, dan dapat dijadikan suatu faktor dalam pembentukan kelompok manusia.


MAKALAH EVALUASI PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Evaluasi Pendidikan merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan pendidikan itu tercapai, serta upaya untuk menentukan nilai atau jumlah yang dilakukan secara hati-hati, bertanggung jawab, menggunakan strategi dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam pembelajaran yang terjadi di sekolah, atau khususnya di kelas, guru adalah pihak yang bertanggung jawab atas hasil siswa, dengan demikian guru patut dibekali dengan evaluasi sebagai ilmu yang mendukung tugasnya, yakni mengevaluasi hasil belajar siswa. Dalam hal itu guru berfungsi mengukur apakah siswa dapat menguasai ilmu yang dipelajari oleh siswa atas bimbingan guru sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.
B.Penegasan Istilah
Untuk menghindari terjadi kesalahan dalam menginterpretasikan judul dalam makalah ini, maka di ketengahkan penegasan istilah sebagai berikut :
1.Evaluasi Pendidikan
Adalah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, hal apa dan bagaimana tujuan pendidikan itu tercapai.
2.Hasil Belajar
Penilaian guru dari hasil usaha kegiatan belajar siswa yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu .
C.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.Apa yang di maksud dengan angket ?
2.Apa sajakah ruang lingkup dari tes quesioner (Angket) ?
3.Bagaimanakah langkah dan aplikasi tes quesioner (Angket) terhadap materi SKI di MTs kelas IX semester I dan II ?
D.Tujuan Penelitian
Berdasarkan dari rumusan masalah diatas maka penelitian ini bertujuan untuk :
1.Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan angket.
2.Untuk mengetahui apa sajakah ruang lingkup dari tes quesioner (Angket).
3.Untuk mengetahui bagaimana langkah dan aplikasi tes quesioner (Angket) terhadap materi SKI di MTs kelas IX Semester I dan II.
E.Sistematika Penulisan
Dalam melakukan analisa ini, kami memaparkan mengenai sistematika penulisan yang telah tersusun secara sistematis, yaitu :
1.BAB I Pendahuluan yang berisi :
a.Latar Belakang Masalah
b.Penegasan Istilah
c.Rumusan Masalah
d.Tujuan Penelitian
e.Sistematika Penulisan
2.BAB II Landasan Teori yang berisi :
a.Pengertian Questionare / Istifta
b.Macam-macam Questionare
c.Kelebihan dan Kekurangan Questionare
d.Hal-hal yang harus di perhatikan dalam penggunaan angket
e.Prosedur Penyusunan Questionare
f.Ciri-ciri kuesioner yang baik
3.BAB III Analisis yang berisi :
a.Tabel Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran SKI MTs Kelas IX Semester 1 – 2
b. Pemetaan Materi Pembelajaran SKI pada Madrasah Tsanawiyah kelas IX Ranah Kognitif dan Afektif.
c. Pengklasifikasian Quesioner berdasarkan indikator
d. Questionare (Afektif)
4.BAB IV Penutup yang berisi :
a.Kesimpulan
b.Kata Penutup
BAB II
LANDASAN TEORI
A.Pengertian Questionare / Istifta
Questionare adalah alat untuk mengumpulkan data secara tertulis yang berisi daftar pertanyaan (Question) atau pernyataan (statement) yang di susun secara khusus dan digunakan untuk menggali dan menghimpun keterangan dan atau informasi sebagaimana di butuhkan dan cocok untuk di analisis .
B.Macam-macam Questionare
Adapun macam-macam angket ditinjau dari pertanyaannya sebagai berikut :
1).Pertanyaan Tertutup (Closed Questions)
Yaitu dimana siswa atau orang yang menjadi sasaran angket itu tinggal memilih jawaban-jawaban yang disediakan didalam angket itu, jadi jawabannya terikat.
2).Pertanyaan Terbuka (Open Questions)
Yaitu dimana siswa atau orang yang menjadi sasaran angket itu diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengemukakan jawabannya atau tanggapannya terhadap pertanyaan yang di ajukan. Biasanya kalau hendak mendapat opini di tempuhlah open questions.
3).Pertanyaan yang terbuka dan tertutup, yang merupakan campuran kedua macam pertanyaan tersebut diatas .
Macam-macam angket ditinjau dari cara memberikan :
1).Angket yang langsung
Angket ini diberikan kepada siswa atau orang lain yang menjadi sasarannya guna mendapatkan jawaban langsung dari tangan pertama (first hand).
2).Angket yang tidak langsung
Untuk mendapatkan jawaban dibutuhkan perantara, misalnya orang tua menjawab untuk keterangan anak-anaknya, guru pembimbing menjawab untuk keterangan-keterangan siswa dan sebagainya.
C.Kelebihan dan Kekurangan Questionare
a.Kelebihan questionare adalah :
1).Penggunaan questionare menghemat biaya pengumpulan data apabila dibandingkan dengan tehnik interview terhadap responden yang tersebar luas dan banyak jumlahnya.
2).Menghemat waktu karena questionare dapat disebarkan kepada orang banyak secara serempak.
3).Questionare dapat di isi oleh responden sesuai dengan waktu yang disediakan bagi mereka.
4).Kerahasiaan responden dapat terjaga dengan baik.
5).Kata dan istilah yang digunakan adalah seragam untuk semua responden.
6).Tidak terdapat bias yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dari para evaluator yang menyebarkan questionare.
7).Responden yang dikirimi questionare melalui surat dapat memberikan informasi yang akurat dengan mencari sumber informasi lain sebelum menjawab pertanyaan secara tertulis.
b.Kelemahan questionare adalah :
1).Cara pengumpulan data tidak fleksibel
2).Responden terhadap questionare rata-rata rendah
3).Perilaku hanya diungkapkan dengan kata-kata
4).Tidak dapat mengontrol lingkungan
5).Tidak dapat mengontrol ketepatan urutan pertanyaan
6).Banyak pertanyaan yang mungkin tidak dijawab
7).Tidak dapat menghimpun jawaban spontan dari responden
8).Tidak menjamin ketepatan alamat responden
9).Tidak dapat mengontrol ketepatan waktu pengembalian quesionare dari responden
10.Tidak dapat menggunakan format questionare yang rumit
11).Kemungkinan terjadinya penyimpangan sampel .
D.Hal-hal yang harus di perhatikan dalam penggunaan angket :
1).Pergunakan angket didalam situasi atau keadaan yang setepat-tepatnya.
2).Tentukan terlebih dahulu tujuan pengajaran, tujuan evaluasi dan sesuai dengan tujuan dari questionare itu, baik tujuan umum maupun tujuan khusus karena tujuan ini akan menentukan pertanyaan yang akan di susun.
3).Tentukanlah dan susunlah pertanyaan itu dengan sebaik-baiknya. Hal-hal yang harus diperhatikan sekitar pertanyaan itu ialah :
•Pertanyaan hendaknya pendek dan jelas (mudah di mengerti)
•Pertanyaan hendaknya hanya satu jawaban
•Pertanyaan harus kongkret atau tidak abstrak sehingga siswa atau orang lain atau yang jadi sasaran dapat menjawab dengan tepat dan benar.
•Pertanyaan jangan sampai menimbulkan pertanyaan lebih lanjut
•Pertanyaan jangan menyinggung perasaan siswa atau orang yang akan menjawabnya
4).Bila pertanyaan telah ditentukan, maka pertanyaan digolong-golongkan menurut golongannya masing-masing, agar supaya lebih sistematis dan akan mudah didalam mengolahnya lebih lanjut.
5).Bila telah tersusun, adakan pengecekan kembali untuk memeriksa apakah ada bagian-bagian yang perlu diperbaiki, baik mengenai kata-katanya maupun kalimat-kalimatnya .
E.Prosedur Penyusunan Questionare
Pertanyaan atau pernyataan dalam questionare pada umumnya berisi :
a).Fakta-fakta yang diketahui atau di alami oleh responden.
b).Sikap, pendapat, aspirasi atau tanggapan responden terhadap sesuatu yang diajukan kepadanya yang memerlukan keterlibatan perasaan, pikiran dan sikap responden. Kuesioner hendaknya memiliki pengantar, petunjuk mengisi jawaban, step dan option.
Pengantar memuat informasi bagi responden tetntang maksud dan tujuan penyebaran kuesioner. Upaya memotivasi agar responden melibatkan diri untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan. Dalam pengantar perlu di ungkapkan pengakuan dan penghargaan pengiriman kuesioner terhadap keterlibatan responden dalam menjawab pertanyaan atau pernyataan. Petunjuk mengisi jawaban memuat penjelasan tentang cara menjawab setiap pertanyaan.
F.Ciri-ciri kuesioner yang baik
1.Stem (pertanyaan / pernyataan) ditulis dengan menggunakan kata-kata, istilah atau kalimat yang jelas, tegas, sederhana, sopan dan mudah di mengerti oleh responden.
2.Setiap stem dikemukakan secara khusus, mengandung satu pengertian sehingga tidak rancu bagi responden.
3.Setiap pertanyaan / pernyataan tidak mengandung unsur sugesti sehingga responden seakan-akan merasa diarahkan untuk memilih suatu jawaban tertentu.
4.Option (pilihan jawaban) dikemukakan dengan tegas mengandung daya pembeda yang jelas antara satu pilihan jawaban dengan pilihan jawaban yang lainnya, setiap pilihan jawaban berdekatan / serumpun dan homogen.
5.Format dan isi kuesioner menarik perhatian responden
Sebelum kuesioner di susun, perlu disiapkan matrik rancangan kuesioner yang memuat tujuan evaluasi program unsur-unsur program yang dievaluasi .
BAB III
ANALISIS
A.Tabel Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran SKI MTs Kelas IX Semester 1 - 2
Tabel 1
Kelas IX, Semester 1
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR Materi
1. Memahami perkembangan Islam di Indonesia 1.1 Menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui perdagangan, sosial, dan pengajaran Masuknya Islam ke Indonesia
A.Proses Masuknya Agama Islam ke Indonesia
1.Catatan Sejarah Kerajaan Cina
2.Berita Chou Ku-Fei (1178 M)
3.Berita Jepang (784 M)
4.Catatan Perjalanan Marco Polo (1292 M)
5.Berita Ibnu Battutah
B.Cara-cara Masuknya Islam ke Indonesia
1.Perdagangan
2.Perkawinan
3.Pendidikan
4.Tasawuf
5.Kesenian
C.Perkembangan Islam di Indonesia
1.Pulau Sumatera
2.Pulau Jawa
3.Pulau Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi
1.2 Menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi Kerajaan Islam di Indonesia
A.Kerajaan Samudra Pasai
1.Dinasti Meurah Khair
2.Dinasti Meurah Silu
B.Kerajaan Malaka
1.Iskandar Syah
2.Muhammad Iskandar Syah
3.Sultan Muzafar Syah
4.Sultan Mansyur Syah
5.Sultan Alauddin Syah
6.Sultan Mahmud Syah
C.Kerajaan Aceh Darussalam
1.Sultan Alauddin Ri’ayat Syah al-Qahar (1537-1568)
2.Sultan Iskandar Muda/Darma Wangsa Perkasa Alam Syah (1607-1636)
3.Setelah Iskandar Muda
D.Kerajaan Demak
E.Kerajaan Banten
F.Kerajaan Mataram
G.Kerajaan Gowa dan Tallo
H.Kerajaan Ternate dan Tidore
1.3 Mengidentifikasi para tokoh dan perannya dalam perkembangan Islam di Indonesia
1.4 Meneladani semangat para tokoh yang berperan dalam perkembangan Islam di Indonesia Tokoh-tokoh Islam di Indonesia
A.Abdur Rauf Singkel
B.Wali Songo
1.Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
2.Sunan Ampel (Raden Rahmat)
3.Sunan Bonang (Raden Maulana Makdum Ibrahim)
4.Sunan Giri (Raden Paku)
5.Sunan Drajat (Raden Qasim/Syarifuddin)
6.Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid)
7.Sunan Kudus (Jakfar Sadiq)
8.Sunan Muria (Raden Umar Sa’id)
9.Sunan Gunung Jati
C.Muhammad Arsyad al-Banjari
Kelas IX, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR Materi
1. Memahami sejarah tradisi Islam Nusantara 1.1 Menceritakan seni budaya lokal sebagai bagian dari tradisi Islam
Tradisi Islam Nusantara
A.Pengertian Tradisi Nusantara
B.Kesenian dan Adat Nusantara
1.Wayang
2.Kasidah
3.Hadrah

1.3 Memberikan apresiasi terhadap tradisi dan upacara adat kesukuan Nusantara 4.Sekaten
5.Adat Melayu
6.Adat Minang
7.Adat Bugis
8.Adat Madura
9.Adat Sunda
Sumber : H.Darsono - T.Ibrahim, Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam 3, (Solo : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2008 )
B. Pemetaan Materi Pembelajaran SKI pada Madrasah Tsanawiyah kelas IX Ranah Kognitif dan Afektif.
Tabel 2
No Ranah Materi Pembelajaran Teknik Hasil Evaluasi Pembelajaran
Kognitif Memahami Masuknya Islam ke Indonesia
Memahami Proses Masuknya Agama Islam ke Indonesia
Memahami Catatan Sejarah Kerajaan Cina
Memahami Berita Chou Ku-Fei (1178 M)
Memahami Berita Jepang (784 M)
Memahami Catatan Perjalanan Marco Polo (1292 M)
Memahami Berita Ibnu Battutah
Memahami Cara-cara Masuknya Islam ke Indonesia
Memahami Perdagangan
Memahami Perkawinan
Memahami Pendidikan
Memahami Tasawuf
Memahami Kesenian
Memahami Perkembangan Islam di Indonesia
Memahami Pulau Sumatera
Memahami Pulau Jawa
Memahami Pulau Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi
Memahami Kerajaan Islam di Indonesia
Memahami Kerajaan Samudra Pasai
Memahami Dinasti Meurah Khair
Memahami Dinasti Meurah Silu
Memahami Kerajaan Malaka
Memahami Iskandar Syah
Memahami Muhammad Iskandar Syah
Memahami Sultan Muzafar Syah
Memahami Sultan Mansyur Syah
Memahami Sultan Alauddin Syah
Memahami Sultan Mahmud Syah
Mengetahui Kerajaan Aceh Darussalam
Mengetahui Sultan Alauddin Ri’ayat Syah al-Qahar (1537-1568)
Mengetahui Sultan Iskandar Muda/Darma Wangsa Mengerti Perkasa Alam Syah (1607-1636)
Mengetahui Setelah Iskandar Muda
Mengetahui Kerajaan Demak
Mengetahui Kerajaan Banten
Mengetahui Kerajaan Mataram
Mengetahui Kerajaan Gowa dan Tallo
Mengetahui Kerajaan Ternate dan Tidore Tes tertulis
Tes lisan Portofolio

Afektif Meneladani Sikap Tokoh-tokoh Islam di Indonesia
Meneladani sikap Abdur Rauf Singkel
Meneladani sikap Wali Songo
Meneladani sikap Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
Meneladani sikap Sunan Ampel (Raden Rahmat)
Meneladani sikap Sunan Bonang (Raden Maulana Makdum Ibrahim)
Meneladani sikap Sunan Giri (Raden Paku)
Meneladani sikap Sunan Drajat (Raden Qasim/Syarifuddin)
Meneladani sikap Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid)
Meneladani sikap Sunan Kudus (Jakfar Sadiq)
Meneladani sikap Sunan Muria (Raden Umar Sa’id)
Meneladani sikap Sunan Gunung Jati
Meneladani sikap Muhammad Arsyad al-Banjari Observasi
Wawancara
Angket
Kognitif Memahami Tradisi Islam Nusantara
Memahami Pengertian Tradisi Nusantara
Memahami Kesenian dan Adat Nusantara
Mengetahui sejarah Wayang
Mengetahui sejarah Kasidah
Mengetahui sejarah Hadrah
Tes tertulis, Tes lisan dan Portofolio

Afektif Hikmah Sekaten
Hikmah Adat Melayu
Hikmah Adat Minang
Hikmah Adat Bugis
Hikmah Adat Madura
Hikmah Adat Sunda Observasi
Wawancara
Angket

C. Pengklasifikasian Quesioner berdasarkan indikator
Tabel Format Penentuan Indikator
Variabel Sub Variabel Indikator Butir Soal
Hikmah tradisi islam nusantara 1. Mampu memahami sejarah tradisi islam nusantara
2. Dapat menjelaskan proses masuknya tradisi islam nusantara dan perkembangannya
3. Dapat mengambil hikmah dari semua tradisi islam nusantara Soal nomer 1


Soal nomer 2



Soal nomer 3
Hikmah sekaten 1. Memahami sekaten
2. Mampu mengambil hikmah dari sekaten Soal nomer 4
Soal nomer 5

D.Questionare (Afektif)
Questionare berdasarkan indicator yang telah ditentukan :
1. Tradisi islam bukan ajaran islam tetapi metode dakwah :
a.sangat setuju c.ragu-ragu
b.setuju d.tidak setuju
2. Tradisi islam yang ada di Indonesia merupakan akulturasi ajaran islam dengan adat yang ada di nusantara :
a.sangat setuju c.ragu-ragu
b.setuju d.tidak setuju
3. Islam berkembang pesat di Indonesia karena penggunaan metode yang baik dan damai :
a.sangat setuju c.ragu-ragu
b.setuju d.tidak setuju
4. Sekaten yang digunakan Raden Patah merupakan metode dakwah dengan cara menuntun seseorang membaca syahadat sebelum melihat suatu pertunjukan :
a.sangat setuju c.ragu-ragu
b.setuju d.tidak setuju
5. Dengan perayaan sekte, agama islam cepat tersiar di Jogja :
a.sangat setuju c.ragu-ragu
b.setuju d.tidak setuju

BAB IV
PENUTUP
A.Kesimpulan
1.Yang dimaksud dengan angket (Questionare) :
Questionare adalah alat untuk mengumpulkan data secara tertulis yang berisi daftar pertanyaan (Question) atau pernyataan (statement) yang di susun secara khusus dan digunakan untuk menggali dan menghimpun keterangan dan atau informasi sebagaimana di butuhkan dan cocok untuk di analisis
2.Ruang lingkup dari tes quesioner (Angket) :
Adapun macam-macam angket ditinjau dari pertanyaannya sebagai berikut :
1).Pertanyaan Tertutup (Closed Questions)
2).Pertanyaan Terbuka (Open Questions)
3).Pertanyaan yang terbuka dan tertutup
Macam-macam angket ditinjau dari cara memberikan :
1).Angket yang langsung
2).Angket yang tidak langsung
3.Langkah dan aplikasi tes quesioner (Angket) terhadap materi SKI di MTs kelas IX semester I dan II :
Langkah-langkah membuat angket :
1.Menentukan theme atau judul
2.Menentukan tujuan
3.Menentukan indikator
4.Menentukan sub indikator
5.Menentukan items
6.Uji coba
Dalam pelaksanaan angket, guru hendaknya menentukan judul materi yang akan diujikan, serta menentukan tujuan dari penilaian tersebut. Indikator dan sub indicator juga diperlukan dalam penggunaan angket. Tahapan berikutnya yaitu menentukan item soal yang selanjutnya disebarkan kepada responden untuk diujikan
B.Kata Penutup
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pembimbing mata kuliah Evaluasi Pendidikan PAI sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfa’at bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Kritik dan saran dari para pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

 Prof.Dr.Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar evaluasi pendidikan, (Jakarta : PT.Bumi Aksara, 2009), Cetakan 9.
 Nur Khoiri, M.Ag, Sistem Evaluasi Pendidikan Agama Islam (PAI), 2011.
 Drs.Slameto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : PT.Bumi Aksara, 2011, cetakan ke 3).
 H.Darsono - T.Ibrahim, Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam 3, (Solo : PT. TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI, 2008 ).
 http://mathedu-unila.blogspot.com/2009/11/langkah-langkah-membuat-angket.html/04/05/11/15:26 WIB


( Terima Kasih Atas kesediaannya membaca artikel ini, semoga dapat membantu dan juga dapat bermanfaat )
AMIN
Photobucket
Description: Peran Agama Dalam Kehidupan Generasi Muda Rating: 4.5 Reviewer: mas didik - ItemReviewed: Peran Agama Dalam Kehidupan Generasi Muda
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Education dengan judul Peran Agama Dalam Kehidupan Generasi Muda . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://dp-media.blogspot.com/2011/11/article-peran-agama-dalam-kehidupan.html. Terima kasih!
Artikel Terbaru !
Ditulis oleh: mas didik -

Belum ada komentar untuk "Peran Agama Dalam Kehidupan Generasi Muda "

Poskan Komentar

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers DMCA.com